Sekarang mulai banyak selebriti yang menulis blog. Jadi makin banyak blognya seleb. Awalnya sih menarik karena mereka baru menulis blog, tetapi lama kelamaan membosankan karena tulisannya - maaf - tidak bermutu. Ya seperti petasan, setelah bunyi terus apa ya?
Tentu saja saya memaklumi bahwa sebagian besar dari mereka masih baru memulai, tetapi saya melihat ada yang tetap saja tidak ada perubahan (untuk menjadi lebih baik). Tidak ada intelektualitas di sana. Bosen.
Mungkin saya berharap terlalu banyak?
Pasti ada yang marah atau tersinggung dengan tulisan saya ini. Mohon maaf. Ini hanya sekedar opini. Tulisan saya juga tidak mutu-mutu amat sih. Jadi mungkin gak ada bedanya dengan blognya mereka ya?
Sekali lagi m a a f …
Isi (RSS)
Februari 23rd, 2008 at 05:38
Ngomongin soal tidak adanya intelektualitas diblognya para seleb, ya kita harus maklum pak!
Merekakan sibuk dengan jadwal entertainer mereka yang super padat, mana sempat mereka menulis sesuatu yang intelek didalam blog mereka. Yang ada justru tulisan-tulisan mereka tentang apa yang mereka alami.
Apa yang mereka alami? yah bapak tau sendirilah apa maksud saya. Hehehe ^_^
Februari 23rd, 2008 at 07:10
lah bukannya bapak juga termasuk seleb?
Februari 23rd, 2008 at 07:34
Kritik dari seorang rekan. Blog Budi Rahardjo (BR) dahulu merupakan termasuk jajaran blog bermutu yang saya kenal seperti halnya blog-blog Priyadi, Yulian Firdaus, Ikhlasul Amal, dan lain-lainnya (generasi blogger berikutnya: Paman Tyo, JaF, dll). Namun beberapa taun terakhir saya liat pergeseran besar di diri BR, jadi ngejunk doang dengan konten ga lebih berkelas dari tulisan anak SMP, yang fokus tulisan bukan lagi tentang ISI TULISAN nya, tapi “All-About-Myself”.
Apa anda mengalami pergeseran kejiwaan menjadi figur seorang seleb?
Tulisan anda kali ini pun sumpah sombong sekali. Apa artinya tulisan seleb tidak bermutu dan tulisan anda paling bermutu? Sumpah boss, lama-lama capek juga hati baca blog sampeyan. Putra bangsa yang seharusnya ngajarin bagaimana masyarakat memanfaatkan internet malah ga lebih cuma litter the net (nyampah di internet).
Oh iya, anda bisa selalu menjawab “Horeeeeeee pancingan saya berhasil. Saya cuma mancing komen orang doang kok”. Halah maksudnya apa terus mancing komen? Kembali cari popularitas doang kan?
Emang anda mengalahkan segala macam artis yang saya kenal. Hidup BR, Artis Internet No.1 Indonesia.
Februari 23rd, 2008 at 07:40
emang kalau ngeblog harus bermutu ya pak ? jadi malu ngbelog
Februari 23rd, 2008 at 07:53
memangnya tulisan anda Intelek gitu..? secara gitu artis/celeb mah kebanyakan bukan lulusan S3.
Februari 23rd, 2008 at 11:33
Hi hi hi. Ini dia dua orang (Adinoto + Eep - kayaknya satu group ya?) yang kerjanya adalah ngasih komentar negatif terhadap blog saya. ha ha ha. Udah saya bilangin, gak usah baca blog saya. Tetap saja baca dan tetap komentar negatif. he he he. Ada apa dengan mereka ya? Gak ngarti saya. Padahal saya gak pernah kritik blog mereka.
Kayaknya kalau disindir secara baik-baik gak ngarti. Ya sudah. Bagaimana lagi? hi hi.
To Adinoto dan Eep, gak usah baca blog saya ya.
http://rahard.wordpress.com/2008/02/23/to-adinoto-dan-eep/
Februari 23rd, 2008 at 11:39
@feha, saya mah bukan seleb … saya orang biasa saja.
Februari 23rd, 2008 at 12:29
sama pak.. anda pun sudah disindir secara halus.. juga ga ngarti2..
hehehe
Februari 23rd, 2008 at 12:36
waduh, ada perang nehh *tiup-tiup*
Februari 23rd, 2008 at 13:51
Mudah2an nggak dianggap negatif ah. Tapi dari sekian blog dikau, gimana kalau ada 1 yang dibikin lebih suerriusss. Soalnya, mau tulisan dikau bagus mau jelek, aku mau nggak mau tetap nggak sengaja datang dan membacai kata per kata. So, kalau ada yang rada serius, atau sangat serius, tetap dibaca kok. Ayo donk, kita makin kehilangan figur intelek yang mau berbagi nih.
Atau kita bikin perang blog aja? Perang antara Peter Woit dan Lubos Motl itu bener2 jorok, tapi intelek. Enak buat dibacai tiap pagi. Biarpun takut juga ikut komentar. Bahasanya kasar :).
BTW, aku ketularan narsis nih: pasang foto gede2 di http://blog.dagdigdug.com.
Februari 23rd, 2008 at 15:37
[...] mas Adinoto, seorang blogger yang blognya juga sering saya kunjungi. Dan ketika dia merasa perlu menyampaikan uneg2nya ke pak Budi dengan memberikan komentar atas sebuah postingnya, saya pikir itu hal yang wajar [...]
Februari 23rd, 2008 at 15:50
hmm…. ini posting yg menarik… Cuma sayangnya Bpk kok tidak menyebutkan kira2 kriteria apa yg membuat suatu blog dpt dikatakan sebagai “blog yg bermutu”.
Februari 23rd, 2008 at 16:16
Eh, bos Noto, saya mah bukan seleb.
Saya mah artis.
Februari 23rd, 2008 at 17:00
Wah kok begitu ya?
Februari 23rd, 2008 at 17:10
abahoryza says:
Februari 23rd, 2008 at 12:36
waduh, ada perang nehh *tiup-tiup*
=> Di blog sana terlalu rame mo komen, tar serba salah dikira cari simpati, bos. Ga ada perang boss, cuma mungkin lagi bad mood aja ybs? Daripada niup-niup ga jelas, mending ke Bandung sampeyan aku ajak niup lilin
Situ katanya ultah kan mo traktir? *ngacirrr
Februari 23rd, 2008 at 17:36
ha ha ha ha
tadi malem tadinya mau ke bandung, cuman rada nggak enak badan, mana ada yang kecewa lagi gara-gara nggak jadi he he …
*ngejer juragan batre
Februari 23rd, 2008 at 18:26
blogger juga manusia.
Februari 23rd, 2008 at 18:26
Er… not, blog lo kok jadi halaman PowWeb toh? Kehabisan bandwidth kena “BR-effect”?? Hehehe
Februari 23rd, 2008 at 18:30
Mengekpresikan pendapat adalah sah.. bagi semua orang.. tapi arogansi dalam berpendapat apakah sebuah kebodohan atau sebuah kecerdasan berfikir.. tentunya budi raharjo yang bisa menjawabnya…
Dien…..
Orang bijak menyalahkan diri sendiri, orang bodoh menyalahkan orang lain..
Februari 23rd, 2008 at 19:03
saya lebih suka baca, ketimbang posting ndiri dibilang ga intelex..
Februari 23rd, 2008 at 19:32
loh pak budi kan juga seleb? seperti yang bapak tulis sendiri kalo di blogdetik ternyata bapak masuk dalam jajaran blog star, sejajar dengan maia, warna dan lain-lain :).
Februari 23rd, 2008 at 22:51
saya kira dalam hal ini Mas Koen lebih luwes menyampaikannya..
kalau blog celeb memang ga mutu dan membosankan.. coba bercermin pada diri sendiri, apa sudah mutu..
memang lebih gampang menilai orang lain dari pada diri sendiri..
Februari 24th, 2008 at 00:13
mas Koen, komentar anda di rahard.wordpress.com kok hilang..? yang ini nih:
83 Koen
Oom BR. Sahabat yang baik adalah mereka yang menusuk dari depan. Jadi yang macam Aa Nata sama Aa Eep itulah sahabat2 dikau. Lebih berhati2lah pada yang tampak manis di depan, tapi menusuknya di belakang
Februari 24th, 2008 at 00:15
oh dah ada lagi..
Februari 24th, 2008 at 01:36
[...] Posting komen saya di blogdetiknya Pak Budi [...]
Februari 24th, 2008 at 02:35
setuju dengan mas koen!
coba buat perang blog tapi yang membangun, enak buat dibaca, enak juga buat adu argument
saya tunggu kelanjutannya.. ^^
Februari 24th, 2008 at 05:25
@bebex, gak ada kelanjutannya. males ngurusin yang kayak ginian …
mendingan saya buat tulisan yang gak mutu lagi aja. he he he.
Februari 24th, 2008 at 06:46
yup, ayooo jawab dengan aksi bukan kata, emang the show must go on euyy, pak pami say ka bandung di terima nggak buat ngobrol he he he
Februari 24th, 2008 at 07:22
[...] kemaren, mpri juga bahas dari segi kemerdekaan blogger yang langsung di komenin juga sama om BR, komentar berlanjut di rumah lain om BR, sementara eep ketika saya konfirm di komentar postingan saya yang ini, katanya nggak usah di balas [...]
Februari 24th, 2008 at 10:58
Walah-walah jadi rame kaya gini…
Akur…
Seleb Blog memang commentnya rame
Februari 24th, 2008 at 12:37
Duh.. hangover gara2 dota semalem… hahah..
Eh, Wulan Guritno ngeblog ya… kyaa kyaaa…
Februari 24th, 2008 at 18:20
[...] Gak komentar apa-apa sih, cuma sekarang lagi sibuk baca blog-blog yang berkaitan dengan postingan Pak Budi Rahardo tentang postingan beliau ini. [...]
Februari 24th, 2008 at 18:21
Inilah Kenapa Saya Suka Blogosfer…
Gak komentar apa-apa sih, cuma sekarang lagi sibuk baca blog-blog yang berkaitan dengan postingan Pak Budi Rahardo tentang postingan beliau ini.
Duh, sampe Mas Pri pun buat postingan, gila!!! inilah serunya blogosfer
*baca lagi*
Sekarang lagi baca tuli…
Februari 24th, 2008 at 19:07
yang dimaksud sele itu yang mana seleb blog atau selebritis
Februari 25th, 2008 at 08:13
Damai dihati dan diaksi..
Apa mungikin yaa?
Februari 25th, 2008 at 11:59
Banyak yang membaca tulisan saya tidak sampai akhir ya?
Coba deh baca tulisan Adinoto itu:
1. Saya == anak SMP
2. Ada masalah kejiwaan => gila?
3. Sombong … ha ha ha. (Gak baca sampai di akhir kayaknya dia ya? bagi yang harus di spell it out … saya mengatakan bahwa tulisan saya juga gak mutu.)
4. Soal pancingan itu adalah posting dimana saya menunggu dia memberikan komentar negatif. Ini bukan *pertama kali* koemntar negatif. Saya buat tulisan dimana saya menanti apakah ybs. memberikan komentar negatif. Ternyata benar juga, dikomentari. Berarti memang dia tertarik untuk memberikan komentar negatif. Kalau dia tidak memberikan komentar negatif, berarti memang saya salah duga. Komentar yang bersangkutan sebelumnya hanya iseng saja. Tetapi ternyata pancingan diambil. Cukup sudah. Bagi saya ini merupakan sebuah pembenaran pada diri sendiri bahwa memang dia mencari kesempatan untuk mengolok-olok (mempermainkan) saya.
Ada banyak orang yang iseng (lihatlah abahoryza dengan postingan onliners yang bikin orang sebel) di tempat saya, tetapi saya paham bahwa dia iseng yang tidak mengganggu orang. Itupun hanya sekali dua kali. You’re different man.
5. Bagian yang terakhir … sarkasme luar biasa. Sebuah cacian yang dikemas dalam format yang sepertinya memuji. Congratulations. You have managed to insult me multiple times in one posting.
Maka dari itu saya sarankan, tidak usah baca blog saya. Apakah demikian susahnya?
catatan: saya tidak pernah menjelek-jelekkan ybs. ever! ada banyak hal negatif yang bisa saya sampaikan (even dengan postingan seperti ini), tetapi that’s not how you deal with people. there’s something called courtesy (and decency).
Februari 25th, 2008 at 12:03
[...] komentar apa-apa. [This is not something that I want to discuss. A short reply is available here (in my blogdetik [...]
Februari 25th, 2008 at 13:57
Walah.. si aa juragan batere teh tega2nya masukin nama saya. Saya mah bukan seleb.. cuma salep doang hahahaha..
Anyway, sebagai penggemar berat blog2 BR, saya memang belakangan agak kehilangan posting2 khas BR model dulu yang ditulis dengan gaya yang simpel, kadang ngabodor, sekilas terkesan main-main dan nggak intelek, tapi saya dapat banyak ilmu.. Perubahan ini sering dibahas sama temen2 blogger lain kalau lagi ketemuan lho pak.. Apa mungkin lagi bosen ya pak, atau mungkin memang ada perubahan..
Terlepas dari itu saya mah melihat ada satu benang merah: dari mereka yang meninggalkan pesan disini, mulai dari kayak aa juragan batere, kang eep sampai mas koen, rasanya semua didasari oleh kecintaan dan kesukaan pada blog pak BR dan mungkin merasa kehilangan sesuatu..
Kalo pake logika musik, mungkin perasaan saya akhir2 ini sama dengan ketika mendengar lagu2nya beatles ketika jaman2 berubah dari era rock n roll ke era psychedelic.. Aneh.. ada yang hilang, tapi kok masih di dengerin malah beberapa akhirnya saya suka hehehehe.. Sok tau ah si Jaf teh..
Saya jangan dilarang baca ya pak. Saya masih pengen dateng ke blog2 panjenengan..
Februari 25th, 2008 at 14:03
hi hi hi JaF, ada-ada saja. psychedelic rules!
… meloncat dari 1 dimensi ke dimensi lainnya …
Februari 25th, 2008 at 14:22
walah, perang pujian disini.. **lirik 2 komen terakhir**
@ JaF :
sayah juga kehilangan beberapa orang blogger favorit sayah.
khas tulisan mereka lama lama hilang, entah karena pelan2 mereka dah jadi beken ato pegimane begituh..
Februari 25th, 2008 at 14:27
[...] tentang kelas-kelas dalam blogosfer itu sendiri. Pemahaman ini bisa berangkat dari sekedar meributkan - mengharapkan tulisan bermutu dari blog orang lain. Membaca komentar di postingan Pak BR itu, saya malah teringat dengan cerita [...]
Februari 25th, 2008 at 14:46
learn … learn … learn …
Februari 25th, 2008 at 16:20
Buat Pak BR, cuekin kayak pepatah aja deh : Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Kalo masih gonggong juga, mending timpuk aja pake tongkat/ batu sampe ter kaing kaing :p
Februari 25th, 2008 at 18:29
ah hampir saya kena slaming … hik hik …
tapi tetep baca *gw mah nggak peduli mau bagus mau nggak gw baca, namanya juga belajar membaca dan menulis, kalo mau bagus yah bikin artikel di jurnal dan di media konvensional*
tapi yah emang sih ketika om BR dah jadi milik publik, nggak bisa kumaha maneh euy, jiga artis yang kena goisppppppp
jadi kumaha?
gini ajah pak, buat tulisan yang emang ngejunk dibikin di satu blog khusus, kan peminatnya khusus, buat tulisan IT di buat di blog IT, buat cerpen di Blog Cerpen, nah buat yang suka semua silahkan baca agregator planet gbt.
kang BR saya takut dibilang “bikin orang sebel, eta teh banyak kang?ah kayaknya gw harus bikin petisi kemerdekaan komentator tambahan, *lirik yang udah bikin *
Februari 25th, 2008 at 20:42
Aneh, Anda (Pak Budi) memberikan komentar (membuat tulisan) ttg. blog (seleb) yang membosankan (ngga intelek) … Lalu beberapa orang memberikan komentar bahwa tulisan Anda juga membosankan + ngga intelek (terbukti kok!).
Kenapa mesti marah?
Megkritik (memberi kritik) jauh lebih gampang daripada menerima kritik ya Pak?
*tulisan ini makin membuat saya MAKIN malas membaca blog Anda*
PS: Yeah rite! I know! Kalau gak suka, kenapa mesti baca? lol … alasan klasik kalau sudah terdesak.
Februari 25th, 2008 at 22:29
@TiBang: mereka yang berubah atau persepsi kita ya yang berubah? hehehe pusing2 deh lu..
@BR: persis pak.. dari satu dimensi ke dimensi lain..etah kan berubah juga ya.. hihihi rock n roll still rules!!! hehehe
@Abah: nah.. ada satu kata cakep tuh bah.. “milik publik”. Jadi kalau ada yang merasa kehilangan, boleh protes dong.. kan udah milik publik hehehe.. Kalo ada infotainment khusus blog, mungkin kasus Pak BR ini udah nyaingin beritanya Maia-Dhani yak..
Februari 25th, 2008 at 23:35
wah disini juga rame ya, gelar tikar lagi siapkan kopi panas untuk membaca dan belajar
Februari 26th, 2008 at 01:04
wah.. pak BR udah memecahkan rekor.. sebagai blogdetik pertama yg ramai dikunjungi orang (selain blog artis
)
mudah²an meningkatkan animo masyarakat terhadap blogdetik
Februari 26th, 2008 at 02:44
@ JaF :
wekekek..
lha ituu.. lha wong sayah inih ya cuma konsumen pembaca yang ndak punya ilmu banyak ya.. hihihi..
Februari 26th, 2008 at 04:04
@geblek, ada beberapa hal.
(1) saya tidak marah kalau orang mengatakan blog saya buruk dan tidak intelek (dan saya sendiri mengakui kok blog saya gak mutu - coba baca bagian akhir dari tulisan saya), dan ada lebih banyak orang yang mengritik saya - lihat saja di blog saya - tidak masalah kok;
(2) saya tidak mengatakan artis bodoh, goblok, sakit jiwa, dan sejenisnya - adakah?;
(3) hal yang terkait dengan kedua orang ini … *bukan* karena kritikan ini tetapi sudah banyak hal yang terkait dengan kedua orang tersebut yang isinya hanya mencari-cari kesalahan / mengolok-olokkan (wasting time saja, my time and their time, daripada terus-terusan lebih baik disetop) - sayangnya karena anda tidak membaca blog saya sehingga tidak mengetahui ini kan?
begitu?
komentar anda ini kan juga berupa kritikan terhadap saya. toh saya tidak marah kepada anda. ya kan?
Februari 26th, 2008 at 13:31
pak BR, daripada pusing nanggepin fans²nya yg ngejar anda kesana kemari demi menulis di bagian komen : “Tulisan anda tidak bermutu, mata saya sampe belekan melihat tulisan anda”, mending nonton film Cloverfield aja deh. Jadi lupa pusing sama yg ini, tapi pusing nya ganti akibat motion sickness dari filmnya :))
Februari 26th, 2008 at 14:19
ku tulis apa yang ku mau
Februari 26th, 2008 at 14:51
pak
aku ngirim trekbek,..
bisa dianggap tukang kisruh juga sepertinya :p
Februari 26th, 2008 at 18:15
@Budi,
biar fresh pikiran .. oke bos ?
pak, anda keliatannya terlalu responsif deh.saya baca2 postingan dan komentar anda…hampir semuanya biasa saja untuk ukuran posting dan komentar di dunia internet.
sama seperti tulisan anda di posting ini. klo misalnya ditulis di koran mungkin heboh. namun karena ini ditulis dalam blog yg bebas, ya jadinya biasa. termasuk jika ada yg mengcounter dan mengcomment postingan anda. sekali lagi itu hal yg biasa. jadi jgn terlalu responsif sekali lah pak sampai bikin postingan khusus. take it easy
mungkin anda hari itu lagi ada masalah di dunia nyata( mungkin ? ) yang agak terbawa saat nge-blog ? ambil waktu cuti deh… biar rileks..
Februari 26th, 2008 at 18:22
hi hi hi …
ibu budi, ini sih … tepat seperti kata anda, biasa saja.
Februari 26th, 2008 at 21:06
budi rahardjo lagi? » Blog Archive » Blognya Seleb Membosankan…
pak budi dah bosan…
Februari 26th, 2008 at 21:07
Wah, rame juga ini blog. Tapi namanya blog ya menyalurkan keinginan menulis, dan bebas mau nulis apa aja sama seperti diary tapi di share ke banyak orang. Hampir gak ada rahasia didalamnya, and yang mau ngasih comment juga bebas-bebas aja. Tapi keliatannya anda fans berat sama pak BR, sampai dalam keadaan bosan pun masih sempat membuat blog tentang beliau. :-))
Februari 29th, 2008 at 21:16
[...] ada yang berpendapat bahwa Blog para seleb itu membosankan tapi bukan berarti apa yang mereka tulis itu adalah kebohongan seperti kesan dua orang diatas tadi. [...]
Maret 1st, 2008 at 02:50
nges nu kalolotmah caricing giliran anak mudaen ayenamah. kaluman nges kolot masih keneh pasea mikir atuh.
Maret 3rd, 2008 at 15:12
sangking terlalu sibuk jadi gak ke urus deh blog ini….hehehe
Maret 19th, 2008 at 01:05
ya, maklum2 aja pak, ga semua selebriti seneng nulis, jadi waktu ditawarin untuk buat blog, mungkin itu pengalaman pertama mereka menulis, jadi seperti itulah hasilnya.
Kalau mau diasah terus pasti jadi lebih baik…
April 2nd, 2008 at 17:23
Sekali lagi.. UNTUNG ndak punya blog
sehingga jauh dari rasa benci, iri dan dengki..
Hidup Pembaca Blog Bloger