Ada kegundahan di sana. Ah, ini untuk kesekian kalinya saya melihat sobat saya di ambang perpisahan dengan keluarganya.

Perpisahan, perceraian, merupakan sebuah hal yang berat.

Sudah banyak sejarah (history) yang dibuat oleh mereka. Kesemuanya tidak dapat diputus dengan demikian saja. Namun untuk meneruskan juga merupakan langkah berat. Keputusan untuk menikah dahulu mungkin dibuat secara tergesa-gesa. Atau bisa jadi hambatan di depan belum terpikirkan. Sekarang, sudah terlanjur banyak yang dilalui bersama.

Apakah sudah terlambat untuk berpisah?



4 Responses to “Terlambat Untuk Berpisah?”

  1.   indonesianidle Says:

    Setujukah anda jika ada yang mengatakan, “Lebih baik perceraian yang sehat daripada perkawinan yang sakit?”

    Semakin banyaknya pasangan yang bercerai akhir-akhir, cukup membuat saya takut untuk menikah.

  2.   Budi Says:

    Terus terang saya masih bimbang dalam memberikan pendapat soal ini. Saya rasa hanya yang bersangkutan saja yang bisa memilih.

    Indonesianidle, jangan takut untuk menikah. Teguhkan hati dan melangkah. Yang perlu dipersiapkan adalah sikap untuk saling toleran dan saling mengalah. Itu sangat penting. Kita harus bisa membuang ego (harga diri). Dalam rumah tangga *pasti* ada masalah yang muncul, tetapi juga ada solusinya.

    Jadi jangan takut. Toh perkawinan yang berhasil jauh lebih banyak daripada yang bercerai. Ya nggak?

    Ngomong-ngomong soal menikah, emangnya sudah punya calon? he he he. Sori, guyon saja.

  3.   Saherman Says:

    Semakin banyaknya pasangan yang bercerai akhir-akhir, cukup membuat saya takut untuk menikah.

    Banyak teman yang berpendapat seperti di atas, sehingga mereka menjadi malas untuk berkeluarga. Setelah 3 tahun menikah, nyatanya dalam berumah tangga itu perselisihan menjadi bumbu-bumbu yang semakin membuat indah kehidupan. Toh hidup ini kalau dijalani dengan optimisme dan juga memiliki tujuan yang jelas mau dibawa kemana “biduk” yang sama-sama kita kayuh, Insya Allah selalu ada jalan untk merasakan manfaatnya berumah tangga. Betul tidak Pak Budi? :)

  4.   Budi Says:

    Betul …

  5.   Cinta Perempuan Itu… « Padepokan Budi Rahardjo Says:

    [...] Di sisi lain, ada juga orang yang sudah berkeluarga dan sekarang diambang perpisahan. Setidaknya ada dua keluarga yang saya tahu sedang dalam situasi seperti ini. Mereka keluarga baik-baik. Artinya orangnya bukan yang nakal atau bermasalah seperti yang kita temui ditabloid infotainment. Ini juga masalah besar dan tidak mudah. Terlambat untuk berpisah… [...]

  6.   agus16 Says:

    Huaa… ketika ada yang membicarakan tentang perpisahan… hupz disini punya masalah untuk mendapatkan pasangan…

  7.   Budi Says:

    @agus16…. itulah ironinya ya.

  8.   Aris Says:

    Ini tentang BR yg lain ya pak? hadoh kok jadi sedih sich melihat pasangan yg sudah lama bersama, pada akhirnya harus berpisah.

  9.   kang sastro Says:

    jangan! jangan berpisah,…banyak yang akan terbuang. yang paling sakit adalah penyesalan. memang datangnya selalu dibelakang, tapi ketika muncul itu akan sakit banget *pernah ngalami tapi bukan merit*

Leave a Reply