• 16

    Aug

    (ketidak)siap(an) kuliah

    Membaca buku teks untuk kuliah yang mulai akan saya ajarkan minggu depan timbul banyak ide. Ada ide tentang tulisan, materi kuliah, tugas, permainan, dan seterusnya. Sayangnya saya tidak punya waktu untuk mengimplementasikan itu semua. Sederhana saja alasannya, saya baru mendapatkan materinya belum sampai satu (1) bulan. Baca buku teksnya saja belum selesai, apalagi membuat materi tambahan untuk kuliahnya. Aaarrrggghhh Forgive me, my students Kalau begitu nanti materi tambahan akan saya pikirikan sambil kelas berjalan. Sekalian saya juga bisa berdiskusi dengan dosen yang lain mengenai materi tambahan ini. Kebetulan ini kelas paralel yang mana ada beberapa dosen yang mengajar materi yang sama.
  • 29

    Jun

    (Mahalnya) Pendidikan di Indonesia

    Minggu lalu, dalam satu hari saya menerima keluhan (lebih tepatnya curhatan) dari dua orang mengenai mahalnya pendidikan di Indonesia. Mereka mengeluh karena anaknya baru lulus dan akan meneruskan ke SMP dan yang satunya ke perguruan tinggi. Mereka bukan mengeluh karena kelulusan, karena kalau itu tentunya mereka berbahagia, tetapi mengeluh karena mahalnya biaya yang harus mereka persiapkan. Pendidikan memang tidak murah, tetapi bagaimana membuatnya menjadi affordable bagi rakyat Indonesia ya? Bantuan dari pemerintah, subsidi, dan seterusnya nampaknya makin berkurang. Sementara itu jumlah siswa makin bertambah. Memang jika terjadi kesulitan biaya atau anggaran, yang paling mudah dipangkas adalah pendidikan. Nggak sekolah juga nggak mati, demikian pakem yang digunakan. Mau sedih sudah ti
  • 25

    Feb

    Hilangnya Etika

    Kawan saya, Armein, menceritakan kegalauannya ketika menunggu elevator bersama bu Tati di kampus. Sedikit latar belakang. Bu Tati, dosen saya yang saya hormati dan sekarang menjadi kolega, terkena stroke beberapa waktu (tahun?) yang lalu sehingga ada sebagian anggota badannya yang susah dikendalikan, termasuk kaki. Meskipun demikian bu Tati masih ke kampus. Nah ketika lift terbuka, maka banyak mahasiswa yang masuk ke lift tanpa memberikan kesempatan dahulu kepada bu Tati. Hah! Dimanakah etika Anda, anak muda? Tidak tahukah Anda bahwa bu Tati lebih membutuhkan lift ini daripada Anda? Saya yakin bu Tati tidak protes, tapi kami sebagai murid dan kolega tidak bisa terima ini. Saya tidak ingin mengeneralisir ini kepada seluruh anak muda, karena saya tahu masih banyak juga anak muda yang punya
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post